Posted by: dewipadi on: September 12, 2008
Membangkitkan Roh.Tiba-tiba saya mendapat email isinya tentang jangan berteriak. Menukil kebiasaan/tradisi orang Solomon yang suka berteriak untuk membunuh pohon. Cara yang sama bisa kita gunakan untuk membunuh apapun dalam hubungannya dengan manusia: bakat, keinginan, karier, cita-cita, keingintahuan, dan lain sebagainya. Sayangnya sumber yang asli dari tulisan ini sulit saya dapatkan–maaf saya belum telusuri sumber berbahasa ingris. Tulisan ini berkeliaran di milis-milis dan juga di blog-blog.
Namun sebaliknya dalam dunia motivasi, teriakan-teriakan diguanakan untuk membangkitkan roh agar bangun dan semangat. “Luar Biasa!!”, teriak Andrie Wongso, motivator no 1 di Indonesia. Dalam kesempatan yang lain motivator-motivator jg menyarankan untuk berteriak didepan cermin pada diri sendiri untuk membangkitkan roh, kekuatan, ketekunan, keteguhan dan juga kesabaran.
Mungkin yang benar bukan “berteriaknya” tetapi “apa yang diteriakkan”.
Berteriak sama dengan bersuara keras yang lain. Lantas bagaimana dengan menggunakan load speaker? Ini juga bagian dari bersuara keras. Dalam bulan Romadhon ini, suara-suara keras keluar dari masjid-masjid sampai jauh malam. Membangunkan roh?